Wednesday, November 20, 2013

DOKTER




Kedokteran Indonesia sedang berduka.

Kenapa?

Nilai UTS Biomol dan IMM gue jelek.

Ok, hentikan airmata kalian, yang jelek biarlah jelek. Kita fokus pada permasalahan utama.
Salah seorang dokter di Sulawesi Utara harus menerima hukuman 10 bulan penjara karena dituding melakukan kelalaian yang berakibat meninggalnya seorang pasien. Kenapa ini bisa terjadi? Apakah dokter yang bersangkutan sudah bertindak sesuai prosedur? Kenapa dia harus menerima hukuman tahanan? Kenapa nilai biomol gue ancur?!

Di masyarakat, dokter memang dituntut untuk menyembuhkan pasien  hingga penyakitnya hilang 100%. Padahal, tugas dokter adalah membimbing dan membantu penyembuhan pasien. Kesembuhan itu ada di tangan Tuhan. Kematian pun juga ada ditangan Tuhan. Tapi masyarakat tetap menganggap dokter itu selalu bisa menyembuhkan, kalau tidak bisa ya dokternya malpraktek. Simpel.

Sebagai contoh:

Pasien  : Dok, anak saya sakit
Dokter : Sakitnya seperti apa Bu?
Pasien  : Tangannya dingin, tubuhnya sulit digerakan, bibirnya membiru dan wajahnya pucat.
Dokter : Sering muntah dan demam?
Pasien  : Tidak pernah
Dokter : Bagaimana dengan makannya? Teratur?
Pasien  : Makannya susah, dia ga mau makan.
Dokter : Baik, saya periksa dulu ya. 

Beberapa menit kemudian..

Dokter : Bu! Anaknya memang sudah meninggal ya?!
Pasien  : Iya Dok, tolong sembuhin ya.
Dokter : Ya ampun Bu, saya ga bisa nyembuhin orang yang sudah meninggal.
Pasien  : Waaah.. dokter malprakteeeeek..!! Kembalikan anak saya dok! Saya tidak rela, demi Tuhaaan!
Dokter : BUNUH SAJA SAYA BU, BUNUH!!

Kematian memang tidak bisa dihindari. Walaupun dokter sudah melakukan apa yang ia bisa, jika memang takdirnya untuk meninggal, ya meninggal. Dokter tidak bisa berbuat banyak. Namun kasus seperti ini tidak boleh terulang kembali. Ini tanggung jawab dokter, yang disumpah mengabdikan diri untuk kemanusiaan dan mendapat gaji lebih rendah dari gaji buruh

Apa yang harus dilakukan para dokter agar kejadian ini tidak terulang? Tentu saja goyang Caesar, eh maaf maksudnya dokter harus sadar bahwa yang ditangani adalah keselamatan jiwa pasien. Dokter harus fokus dalam bekerja, salah sedikit nyawalah taruhannya. Dokter juga harus bertindak sesuai aturan dan prosedur. Inilah pentingnya belajar Etika dan Hukum Kedokteran serta pentingnya belajar biomol agar nilai ujian kalian ga hancur-hancur amat.

Lalu apa yang dilakukan Ibu Menkes kita yang cantik? Beliau sih gak senang (sewot) dengan dokter yang membunuh pasien. Tapi beliau ingin membunuh dokter yang mogok kerja sebagai aksi protes. Gimana tuh? Ga suka pembunuhan tapi pengen bunuh orang . Betapa lucunya negeri ini.


Tapi tenang, kita punya presiden yang sangat sangat bijaksana. Beliau pasti melakukan tindakan yang tepat, entah itu siaran live pidato keprihatinan, ngetweet pake hastag #GWSdokterAyu , atau nyiptain lagu galau buat dokter-dokter Indonesia. Ya, beliau selalu tahu apa yang harus dilakukan.

Masih pengen jadi dokter? Ga usah, mending bikin album duet bareng Pak Presiden. Duitnya banyak.

                        Andri Widjanarko


No comments:

Post a Comment