Kedokteran
Indonesia sedang berduka.
Kenapa?
Nilai
UTS Biomol dan IMM gue jelek.
Ok,
hentikan airmata kalian, yang jelek biarlah jelek. Kita fokus pada permasalahan
utama.
Salah
seorang dokter di Sulawesi Utara harus menerima hukuman 10 bulan penjara karena dituding
melakukan kelalaian yang berakibat meninggalnya seorang pasien. Kenapa ini bisa
terjadi? Apakah dokter yang bersangkutan sudah bertindak sesuai prosedur?
Kenapa dia harus menerima hukuman tahanan? Kenapa nilai biomol gue ancur?!
Di
masyarakat, dokter memang dituntut untuk menyembuhkan pasien hingga penyakitnya hilang 100%. Padahal,
tugas dokter adalah membimbing dan membantu penyembuhan pasien. Kesembuhan itu
ada di tangan Tuhan. Kematian pun juga ada ditangan Tuhan. Tapi masyarakat tetap
menganggap dokter itu selalu bisa menyembuhkan, kalau tidak bisa ya dokternya
malpraktek. Simpel.
Sebagai
contoh:
Pasien : Dok, anak saya sakit
Dokter : Sakitnya seperti apa Bu?
Pasien : Tangannya dingin, tubuhnya sulit digerakan,
bibirnya membiru dan wajahnya pucat.
Dokter : Sering muntah dan demam?
Pasien
: Tidak pernah
Dokter : Bagaimana dengan makannya? Teratur?
Pasien
: Makannya susah, dia ga mau makan.
Dokter
: Baik, saya periksa dulu ya.
Beberapa
menit kemudian..
Dokter : Bu! Anaknya memang sudah meninggal ya?!
Pasien : Iya Dok, tolong sembuhin ya.
Dokter : Ya ampun Bu, saya ga bisa nyembuhin orang
yang sudah meninggal.
Pasien : Waaah.. dokter malprakteeeeek..!! Kembalikan
anak saya dok! Saya tidak rela, demi Tuhaaan!
Dokter : BUNUH SAJA SAYA BU, BUNUH!!
Kematian
memang tidak bisa dihindari. Walaupun dokter sudah melakukan apa yang ia bisa,
jika memang takdirnya untuk meninggal, ya meninggal. Dokter tidak bisa berbuat
banyak. Namun kasus seperti ini tidak boleh terulang kembali. Ini tanggung
jawab dokter, yang disumpah mengabdikan diri untuk kemanusiaan dan mendapat
gaji lebih rendah dari gaji buruh.
Apa
yang harus dilakukan para dokter agar kejadian ini tidak terulang? Tentu saja
goyang Caesar, eh maaf maksudnya dokter harus sadar bahwa yang ditangani adalah
keselamatan jiwa pasien. Dokter harus fokus dalam bekerja, salah sedikit
nyawalah taruhannya. Dokter juga harus bertindak sesuai aturan dan prosedur. Inilah
pentingnya belajar Etika dan Hukum Kedokteran serta pentingnya belajar
biomol agar nilai ujian kalian ga hancur-hancur amat.
Lalu
apa yang dilakukan Ibu Menkes kita yang cantik? Beliau sih gak senang (sewot) dengan
dokter yang membunuh pasien. Tapi beliau ingin membunuh dokter
yang mogok kerja sebagai aksi protes. Gimana tuh? Ga suka pembunuhan tapi
pengen bunuh orang . Betapa lucunya negeri ini.
Tapi
tenang, kita punya presiden yang sangat sangat bijaksana. Beliau pasti
melakukan tindakan yang tepat, entah itu siaran live pidato keprihatinan,
ngetweet pake hastag #GWSdokterAyu , atau nyiptain lagu galau buat
dokter-dokter Indonesia. Ya, beliau selalu tahu apa yang harus dilakukan.
Masih
pengen jadi dokter? Ga usah, mending bikin album duet bareng Pak Presiden.
Duitnya banyak.
Andri Widjanarko

