Hai kalian penggemar Liga Inggris di Indonesia, bosen dengan kalimat “kabar gembira untuk kita semua..” ?
Baiklah. Gw mau ngasih kabar buruk, khususnya buat fans Liverpool.
Yap. Kalian benar. Semuanya dimulai dari Luis Suarez.
Luis sudah disambut meriah di negeri seberang. Bagaimana dengan suasana di Merseyside pasca kepergiannya? Panik dan harap-harap cemas.
Bagaimana tidak, disaat rival sedang getol-getolnya mengasah tombak, The Reds harus merelakan kepergian ujung tombak yang selama ini mereka bela mati-matian. Lubang menganga masih terlihat jelas di kubu Liverpool, masih belum tertutupi dengan hadirnya pemain-pemain baru.
Liverpool memulai pergerakan di bursa transfer dengan mendatangkan Ricky Lambert dari Southampton. Sebuah langkah mencurigakan, mengingat saat itu mereka masih punya stok Suarez, Sturridge, Aspas, Borini. Dal Liverpool juga bukan merupakan tim yang boros striker. Dari sini sudah tercium rencana kepindahan Suarez.
Selanjutnya, Liverpool mendatangkan Adam Lallana, juga dari Southampton. Lagi-lagi pemain berkarakter menyerang yang dipilih Bredan Rodgers. Mungkin saja Rodgers begitu terpukau dengan performa menyerang Soton musim lalu dan ingin mengaplikasikannya ke The Reds dengan mencabut ‘nyawa’ Soton.
Bagaimana dengan Rival?
Dari kota Manchester, si Biru Langit masih terlihat kurang bernafsu di transfer window kali ini. Sejauh ini perekrutan penting meraka adalah Sagna dari toko favorit mereka, Arsenal. Kita tunggu saja Duit Arab menggila di menit-menit terakhir.
Setan Merah, mereka melakukan movement yang cerdas. Mendaulat van Gaal sebagai Arsitek baru merupakan langkah tepat menyaingi Mourinho. Hadirnya van Gaal tentu menyuntikan semangat baru dan menutup luka lama van Persie dkk. Tak hanya itu, mereka juga mendapatkan service dari bintang muda Soton, Luke Shaw. Angin segar setelah ditinggalkan Ferdinand, Vidic dan Evra. Herrera bisa jadi motor tambahan untuk Man Utd . Belakangan ini, juga santer terdengar merapatnya Arturo Vidal dan Di Maria ke Old Trafford. Manchunian, silahkan tersenyum.
Aktivitas transfer sangat terasa di Ibukota. London, akhirnya menjadi persinggahan selanjutnya bagi striker Spanyol, Diego Costa. Tidak hanya Costa, rekan setimnya di Atletico, Thibaut Courtois juga harus kembali ke habitat asalnya. Ditambah Fabregas, Chelsea menjanjikan tim yang solid musim depan. Penjualan David Luis yang selangit juga membuat tinggi potensi klub ini untuk memperkuat diri. Namun Mourinho kehilangan pemain berpengalaman, Ashley Cole dan Lampard. Nama terakhir sepertinya tidak berpengaruh banyak mengingat Ia kerap jadi pemanis bangku cadangan musim lalu.
Bagaimana dengan Arsenal? Gw sempat ketawa ketika melihat jokes dengan gambar Oliver Giroud sedang santai di pemandian air panas. Dan ketika Alexis Sanchez resmi diperkenalkan ke publik, gw rasa Giroud benar-benar bisa santai. Bagaimana tidak, Ozil, Cazorla, Ramsey, Chamberlain, dan Sanchez bermain untuk men-support dia di lini depan Arsenal. Dan gw berani bilang, Torres pun bakal produktif Jika disokong dengan gelandang-gelandang Arsenal. Wenger memang professor dalam window transfer dua musim belakangan. Mereka minus Sagna? No Problem. Katanya bakal diganti Debuchy.
Spurs. Gw gak melihat ada perubahan berarti. Skip dulu.
Southampton. Layaknya Atletico Madrid, juga mengalami eksodus besar-besaran. Pemain bintang sekelas Luke Shaw, Lallana, Lambert, semuanya merapat ke kubu lawan. See? Kita tunggu strategi Koeman, Manager baru Soton.
Mari kembali ke Merseyside. Tetangga Liverpool, Everton baru melakukan langkah awal dengan mempermanenkan Gareth Barry yang bermain apik musim lalu. Martinez juga mendekati pemain-pemain muda berbakat dari klub-klub semenjana. Lukaku? Entahlah. Anak muda satu ini masa depannya masih abu-abu.
Peta kekuatan rival harusnya bisa menjadi pemicu Liverpool mencari pemain berkualitas, setidaknya bisa menutupi kepergian Suarez. Pemain terakhir yang didatangkan Liverpool adalah Emre Can dari Leverkusen. Dia gelandang bertahan yang lumayan lah. Menurut gw, Liverpool gak butuh-butuh amat pemain ini. Sudah ada Leiva dan Gerrard. Suso juga sudah kembali. Yang perlu dicermati Liverpool adalah lini belakang yang sering blunder dan lini depan yang gak tau bagaimana nantinya tanpa Suarez. Gw Cuma gak mau Liverpool bernasib sama denga Spurs musim lalu, menjual Bale, memborong pemain tidak bergaransi, dan hasilnya melempem.
Musim lalu gemilang karena skuad tidak berubah jauh dari musim sebelumnya, tapi tidak dengan musim depan. Kerjasama tim yang sudah solid mungkin saja tergerus lagi. Untuk saat ini, gw memprediksi Liverpool akan finish di posisi 4. Mungkin belum waktunya Gerrard mencium trophy EPL. Mengingat komposisi tim yang tidak semapan musim lalu, dan harus membagi konsentrasi dengan Liga Champions yang tidak biasa bagi The Kop belakangan ini..
Semua ada ditangan Brendan Rodgers. Tidak masalah menjadi tim minim bintang, namun punya semangat tim seperti Costa Rica. Liverpool, hati-hati. Musim depan tidak mudah.
Untuk pertama kalinya gw menulis tentang bola. Maaf kalo cetek. Terimakasih atas waktunya.
Andri Widjanarko
No comments:
Post a Comment