Sunday, November 18, 2012

Sweet Story


Ehm, hello. Kali ini gue ga bakal bahas apapun, tapi gue mau cerita ke kalian. Ceritanya sangat membosankan dan datar, kalian ga bakal suka. Okeh, ini dia cerita gue
The Red Riding Hood And The Wolf
Dahulu kala hiduplah seorang gadis kecil. Ya, sangat kecil, bahkan narator menggunakan Mikroskop Hyper Nano untuk melihatnya.
Ok, lupakan yang tadi.

Gadis (yang sangat) kecil itu selalu menggunakan kerudung merah pemberian neneknya. Iya, Dia memang seorang liverpudlian. Ia juga sangat periang, setiap pergi bermain ia selalu  bernyanyi dan sesekali menari sambil menikmati hangatnya sinar sang mentari dan alunan angin . Biasanya Ia menyanyikan lagu ‘A Prophecy’ dari Asking Alexandria. Dan seketika badai melanda.

Pada suatu hari, Ia pergi bermain ke hutan, karena pada hari itu semua mall di kotanya tutup. Sesampainya di hutan, Ia melihat ada diskon besar-besaran di Matahari dept.store, akhirnya Ia memborong semua baju yang ada disana.
Lho? Bukannya tadi semua mall di kotanya tutup? Ko masih bisa shopping?
Oh iya, kan yang tutup cuma mall yang di kota, yang di hutan kan masih buka.
Eh tunggu, emang di hutan ada mall?
Sekali lagi lupakan. -___-“  Ayo kembali ke cerita.

Di tengah hutan, Si Gadis Berkerudung Merah kebingungan. Ia tersesat dan tak tau arah jalan pulang. Ia tanpa mu, butiran debuuu…

The Fact               : Gadis berkerudung merah sangat kecil. Bahkan narator menggunakan Mikroskop  Hyper Nano untuk melihatnya.
The Question     :  Kalo Gadis berkerudung merah jadi butiran debu, kecilnya kayak gimana? Ngeliatnya pake apa?
The Answer        : ……
The Narrator      : Plis. Lupakan yang tadi. Kita lanjut ke cerita, ok?

Si Gadis berkerudung merah masih di tengah hutan. Ia sendirian. Ia lapar. Ia ingin pipis. Ia ingin pipis berdiri. Ia seorang laki-laki. Eh? Maaf, dua kalimat terakhir tidak sengaja tertulis karena narrator kebelet pipis. Baiklah, kali ini akan mencoba lebih konsentrasi.

Saat pipis, si Gadis berkerudung merah mendengar suara sesuatu di balik semak-semak. Ia takut namun penasaran. Akhirnya Ia memberanikan diri untuk melihat apa yang ada di balik semak-semak. Perlahan, Dia menjaga langkahnya agak tidak menimbulkan bunyi. Belum sempat ia melihat ke dalam semak-semak, tiba-tiba keluar seekor unggas besar mirip burung unta dan memiliki warna mencolok. Ia terkejut. Namun ia nampaknya suka dengan unggas itu. (tunggu, lama-lama capek juga harus nulis si-gadis-berkerudung-merah. Oke, untuk selanjutnya kita sebut saja si GBM)

“hai, kamu, kamu siapa?” sapanya
“ngiiiiiikngek….” Jawab unggas itu
“oh, hai Kevin, senang berkenalan dengan mu..”  ujarnya
“ngiiiiiikngek….”  Jawab unggas itu (lagi)
“mau kah kau ikut denganku? Aku sedang mencari Mr. Fredricksen..” 
“ngiiiiiikngek….”  Jawab unggas itu (lagi lagi)
“bagus! Aku senang sekali…”  Ia kegirangan
“ayo Kevin, kita berangkat!”  sambungnya lagi
Namun Kevin tidak mau bergerak. Tiba-tiba Kevin merogoh sebatang coklat di saku baju si GBM.  Rupanya Kevin lapar. Namun dengan sigap si GBM merampasnya lagi.

“apa sih, yang bikin kamu mau coklat ini? Bingung ya?” Tanya si GBM
“eeemm.. Coklatnya yang lezat kan?  Kevin mencoba menjawab
“ehew..”  sahut si GBM
“kacang mede nya yang gurih?”  terka Kevin lagi
“eheew..”  si GBM masih belum mau bicara
“atau…”   kevin mulai pasrah
“stuju deh sama kamu, haha…”  si GBM keluar toko dengan cowoknya.
Sebentar, ini kenapa jadi iklan Silverqueen chunkybar? Kenapa Kevin bisa bicara pake bahasa manusia? Kenapa hulk ga pake baju tapi ga pernah masuk angin? Kenapa?! KENAPAAAAA..?!

Ini mulai ga beres. Ayo bereskan.
Nah, sudah beres.

The End.

Eh, engga ding, ceritanya belum kelar hehe. Tadi Narrator terbawa suasana. Maklum habis pipis. Fantasinya masih belum hilang *hah?

Sampai mana tadi?

Sampai jumpa lagi.



Narrator bercanda (lagi)!

Akhirnya setelah kenyang makan coklat, mereka berdua melanjutkan perjalanan mencari Mr.Fredricksen. setelah mengitari hutan cukup lama (10 tahun), mereka menemukan Mr.Fredricksen duduk santai di teras rumah balonnya. Si GBM memperkenalkan Kevin kepada Mr.Fredricksen.

“Mr.Fredrickson, ini Kevin, peliharaan baruku. Kevin, ucapkan salam kepada Mr. Fredrickson..”
“ngiiiiiikngek….”  sapa Kevin
“uh, makhluk aneh. Kenapa kau membawanya kesini?”   ujar  Mr. Fredricksen ketus
“lihat lah, dia sangat lucu. Boleh kah dia ikut bersama kita? Lagi pula aku bisa merawatnya..”
“tidak.”
“bolehkah dia ikut bersama kita?”
“tidak.”
“bisakah kau berkata lain selain tidak?”
“coba tanya lagi..”
“bolehkah dia ikut bersama kita?”
“tidak.”
“arghh…”
Sepertinya aku pernah menonton percakapan tadi. Ah sudahlah, lupakan.

Di sela percakapan mereka, terdengar suara seseorang. Suara itu kian mendekat, dan tiba-tiba muncul sesosok…       Anjing yang mirip serigala yang sebenarnya memang serigala.

“Hai manusia, bolehkah aku membawa unggas itu ke majikanku?”  kata anjing itu sambil menunjuk si Kevin
“hey, kau bisa bicara! Keren!” kata si GBM takjub.
Eh sebentar, seingatku aku pernah menonton film dengan cerita seperti ini. Ah mungkin hanya perasaanku saja.

Tunggu, aku ingat. Ini seperti film dari Pixar. Aku lupa judulnya. Hey, ini cerita apa sih sebenarnya?  Gadis berkerudung merah itu kan bukan seperti ni ceritanya. Seharusnya ia pergi kerumah neneknya dan bertemu serigala yang menyamar sebagai neneknya.
Ok, kita pake alur cerita yang sebenarnya  *abrakadabra*
*TIBA-TIBA MR.FREDRICKSEN DAN KEVIN LENYAP. YANG TERSISA HANYA ANJING-YANG-MIRIP-SERIGALA-YANG-SEBENARNYA-MEMANG-SERIGALA-TAPI-BISA-BICARA
Si  GBM bingung dengan apa yang ia alami saat ini. Kenapa ia tiba-tiba bisa berduaan dengan anjing-yang-mirip-serigala-yang-sebenarnya-memang-serigala-tapi-bisa-bicara. Padahal mereka bukan Mukhrim.
Entah mengapa tiba-tiba si GBM ingin ke rumah neneknya. Padahal neneknya tidak punya rumah.
Entah mengapa tiba-tiba si anjing-yang-mirip-serigala-yang-sebenarnya-memang-serigala-tapi-bisa-bicara ingin memakan si GBM.  Padahal ia baru makan banyak di pesta sunatan temannya.
Si GBM pun pergi ke rumah neneknya. Namun anjing-yang-mirip-serigala-yang-sebenarnya-memang-serigala-tapi-bisa-bicara sudah lebih dulu sampai di rumah nenek si GBM. Ia memaksa nenek si GBM untuk menukar pakaian dengannya.  Karena si anjing-yang-mirip-serigala-yang-sebenarnya-memang-serigala-tapi-bisa-bicara tidak punya pakaian, akhirnya Nenek si GBM pun terpaksa telanjang. (jangan berkhayal macam2, ini sudah tua, sudah tidak seksi lagi). Nenek si GBM dipasung dan dimasukan ke lemari oleh si anjing-yang-mirip-serigala-yang-sebenarnya-memang-serigala-tapi-bisa-bicara. Dan ia berbaring di kasur dengan menggunakan pakaian nenek si GBM.
Si GBM sampai di rumah neneknya. Ia mengetuk pintu, dan dipersilahkan masuk. Ia menyapa neneknya.
“hai anjing-yang-mirip-serigala-yang-sebenarnya-memang-serigala-tapi-bisa-bicara, kamu kok seperti nenek ku?” ucap si GBM polos.
“kenapa kamu tahu kalau aku ini anjing-yang-mirip-serigala-yang-sebenarnya-memang-serigala-tapi-bisa-bicara yang sedang menyamar menjadi nenekmu?” 
“emm… feeling ajah..”
“uh, aku gagal menyamar. Baiklah, aku akan kembali ke wujud asliku..”
Tiba-tiba anjing-yang-mirip-serigala-yang-sebenarnya-memang-serigala-tapi-bisa-bicara itu berubah wujud. Ia berubah menjadi Jacob.
“kkkkkaaammuuu, Jacob?” si GBM terperangah
“iya. Aku mencari Bella Swan.” Jawab Jacob
Tiba-tiba lemari terbuka. Nenek si GBM keluar dan (masih) bugil. Tubuhnya bersinar. Dan ia berubah menjadi Bella Swan (masih bugil).
“aku disini Jacob..” kata si nenek, eh Bella Swan
“nenek..?” si GBM heran.
“ayo kita menikah Bella..”
“yuks!”
Akhirnya, Jacob dan Bella Swan Menikah.
Dan si GBM menjad gila sejak kejadian itu.
Dan sebenarnya nenek (Bella Swan) tidak punya rumah.
Lalu rumah siapa itu?
-TAMAT-
Created By Andri Widjanarko

4 comments:

  1. Red riding hood, iklan silverqueen, up!, twilight..
    ahhh lupakan

    nyampur jadi satu! assshhh, cukup menghibur HAHAHAHAHAHAHAH

    ReplyDelete